Sungguh Dahsyat Iman, Lelaki dan Perempuan Ini Buktinya

0 komentar 356 kali dilihat
mukjizat

mukjizat.co – Al-Imam Ibnul Jauzi bercerita bahwa di kota Mekah ada seorang wanita yang berwajah sangat cantik. Wanita ini sudah bersuami. Saking percaya diri dan bangga dengan kecantikannya, dia berkata kepada sang suami, “Menurutmu, adakah orang yang tidak tergoda saat memandang wajahku?” Suaminya menjawab, “Ada.” “Siapa dia?” tanya wanita itu. “Ubaid bin Umair,” jawabnya.

Merasa penasaran dengan jawaban suaminya, dan juga karena buruk perangainya, wanita itu meminta izin kepada suaminya untuk menguji kebenaran perkataan suaminya. Dia nekat akan menggoda Ubaid.

Tidak main-main dengan perkataannya, wanita benar-benar mendatangi Ubaid berlagak seperti orang yang ingin menanyakan persoalan agama. Setelah duduk di salah satu sudut Masjidil Haram bersama Ubaid, wanita itu pun menyingkap tutup wajahnya. Terlihatlah wajahnya yang terang seperti rembulan.

Kaget dengan apa yang dilakukan wanita itu, Ubaid berkata, “Tutuplah wajahmu, hai hamba Allah.” Bukannya menutup wajahnya, wanita itu malah menggoda Ubaid, “Sebenarnya aku sudah lama tertarik denganmu.”

Ternyata iman Ubaid memang kuat. Bukannya goyah dengan rayuan itu, Ubaid malah balik menantang kekuatan wanita itu dengan berkata, “Aku bersedia mempertimbangkan keinginanmu, tapi jawab dulu pertanyaanku dengan sepenuh hati.” Wanita itu menyanggupinya dan berjanji akan menjawab dengan benar.

Ubaid memulai pertanyaannya, “Seandainya saja saat malaikat sedang datang untuk mencabut nyawamu, apakah kamu masih mau aku memenuhi keinginanmu?” Wanita itu menjawab, “Tidak.”

Ubaid bertanya lagi, “Seandainya saja saat ini engkau berada di alam kubur. Malaikat mendudukkanmu untuk memberikan pertanyaan-pertanyaan, masihkah engkau mau aku menuruti keinginanmu?” Wanita itu menjawab, “Tidak.”

Ubaid melanjutkan pertanyaannya, “Seandainya saat ini orang-orang sudah mengambil buku catatan amalannya, dan engkau belum tahu mengambil buku dengan tangan kanan atau tangan kiri, masihkah engkau bersikeras dengan keinginanmu?” Wanita itu menjawab, “Tidak.”

Ubaid bertanya lagi, “Bayangkan engkau sedang berada di depan jembatan yang di bawahnya ada neraka Jahanam, dan engkau tidak tahu akan selamat atau tidak menyeberanginya, apakah engkau masih mau aku penuhi keinginanmu itu?” Wanita itu menjawab, “Tidak.”

Ubaid mengakhiri pertanyaannya, “Jika sekarang amalanmu sedang ditimbang, dan engkau tidak tahu amalan kebaikanmu berat atau ringan, masihkah engkau mau aku melampiaskan keinginanmu? Wanita itu menjawab, “Tidak.” “Hamba Allah, takutlah kepada Allah. Karena Dia sudah baik kepadamu dan memberimu kenikmatan,” tutup Ubaid.

Setelah pulang ke rumahnya, sang suami bertanya kepadanya, “Apa yang terjadi?” Wanita itu menjawab, “Kita semua orang bodoh.” Mulai hari itu, wanita itu menjadi orang yang sangat rajin shalat, puasa dan ibadah-ibadah lainnya. Karena perubahan itu, sang suami pun berkomentar, “Ini gara-gara Ubaid, dulu setiap malam istriku adalah pengantin baru, kini dia malah menjadi seorang rahib.” (sof1/mukjizat.co)

Tinggalkan Komentar Anda