Kenapa Sabar Pahalanya Tak Terbatas?

0 komentar 409 kali dilihat
mukjizat, mukjizat.co Kenapa Sabar Pahalanya Tak Terbatas?, batas sabar menurut islam, sabar ada batasnya menurut islam, kata kata sabar itu ada batasnya, batas kesabaran manusia

mukjizat.co – Sabar berasal dari bahasa Arab, yang juga sudah menjadi istilah khusus dalam Al-Qur’an dan Islam. Ketika digunakan oleh orang Indonesia, sabar mengalami perubahan makna. Maknanya menjadi sempit, misalnya tahan menghadapi cobaan, tidak lekas marah, tidak lekas putus asa, tidak lekas patah hati, tabah, tenang, tidak tergesa-gesa, tidak terburu nafsu.

Tidak hanya itu, bahkan dalam masyarakat kita, sabar tidak selalu bermakna positif, bisa juga bermakna negatif. “Orang itu terlalu sabar, sehingga kesempatan itu pun hilang tanpa bisa memanfaatkannya.” Apa benar, yang dilakukan tersebut adalah sebuah kesabaran?

Dalam Al-Qur’an, penggunaan kata ini mempunyai cakupan yang sangat luas. Bahkan dalam perangpun, syarat yang sangat menentukan kemenangan adalah kesabaran. Dalam sebuah ayat disebutkan:

“Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” [Al-Baqarah: 249].

Dalam ayat di atas, bagaimana kesabaran bisa menjadi sebab Allah swt. memenangkan pasukan yang kecil ketika melawan pasukan yang besar? Lebih jelas lagi, Al-Qur’an menyebutkan perbandingan antara kekuatan pasukan yang sabar dan pasukan lain yang tidak sabar:

“Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antaramu, mereka dapat mengalahkan seribu daripada orang-orang kafir.” [Al-Anfal: 65].

Secara bahasa, sabar bermakna menahan diri. Sedangkan secara syariat, sabar bermakna menahan diri dari hal yang tidak diridhai Allah swt. sehingga melaksanakan hal yang diridhai-Nya. Dengan makna bahasa dan istilah ini, kita bisa memahami ayat-ayat di atas. Bahwa kesabaran yang dimaksud adalah keberanian.

Sangat wajar jika pasukan yang kecil merasa takut dan gentar ketika berhadapan dengan pasukan yang besar. Namun ketika mampu bersabar, yaitu menahan diri dari hal yang tidak diridhai Allah swt. (melarikan diri), sehingga melaksanakan hal yang diridhai-Nya (tetap maju), maka pasukan yang kecil itupun akan menang. Karena itulah, sabar bisa bermakna berani.

Masuk akal juga jika 20 orang pemberani bisa mengalahkan 200 orang penakut; 100 orang pemberani mengalahkan 1000 orang penakut. Seseorang yang keberaniannya bersumber dari kekuatan Allah swt., keinginannya untuk mati dan bertemu Allah swt. lebih besar daripada ketakutan musuh-musuh mereka terhadap kematian. Sangat wajar kemenangan bisa diraih walaupun kekuatan sangat kurang 1:100.

Kenapa Pahala Sabar Tanpa Batas?

Allah swt. berfirman:

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” [Az-Zumar: 10].

Tidak ada kesalahan pada terjemahan ayat ini. Benar, hanya orang sabarlah yang pahalanya diberikan tanpa dihitung-hitung. Sangat banyak dan tanpa batas. Dengan mengetahui makna sabar yang sangat luas di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa sabar adalah kunci keberhasilan dalam melaksanakan semua perintah Allah swt.

Orang yang mendapatkan harta-bendanya dengan kerja keras akan keukeuh dalam memegang hartanya, tidak mudah untuk mengeluarkan dan membantu orang yang membutuhkan. Tapi kalau dia sabar (menahan perasaan manusiawi tersebut), maka dia akan dengan mudah melaksanakan perintah Allah swt. mengeluarkan sebagian hartanya untuk membantu orang lain.

Demikianlah, semua perintah Allah swt. akan bisa dilaksanakan jika kita mempunyai kesabaran. Kalau sudah demikian, orang yang mampu sabar (menahan hal-hal buruk dalam dirinya) akan mampu melaksanakan semua perintah Allah swt. Kalau dia tidak menunaikan haji, itu bukan karena dia malas tapi karena belum berkesempatan. Kalau dia tidak membantu orang lain, itu bukan karena dia bakhil tapi karena dia juga tidak memiliki kemampuan.

Karena itulah, orang yang sabar akan mendapatkan pahala yang sangat banyak, tanpa batas. Karena sejatinya dia ingin melaksanakan seluruh perintah Allah swt., dan juga sudah mengusahakannya, tapi Allah swt. belum mewujudkannya. Sehingga Allah swt. pun memberinya pahala sesuai dengan niat dan usahanya. (sof1/mukjizat.co)

Tinggalkan Komentar Anda