Ada Istri Nabi yang Tidak Beriman, Kenapa?

0 komentar 373 kali dilihat
mukjizat, Ada Istri Nabi yang Tidak Beriman, Kenapa? nama istri nabi nuh dan anaknya, nama istri nabi nuh dan luth, nama istri nabi nuh menurut alkitab, istri nabi nuh yang durhaka, kisah istri nabi luth, nama istri nabi luth yang durhaka, kisah istri nabi ismail, istri istri firaun,

mukjizat.co – Seseorang akan terpengaruh dengan lingkungan tempat dia hidup. Jika lingkungan baik, maka dia akan terpengaruh dengan kebaikan. Sebaliknya jika lingkungannya buruk, maka tentu keburukanlah yang akan memengaruhi akhlak dan kepribadiannya. Sudah selayaknya, seorang wanita yang dinikahi seorang lelaki yang baik akan terkondisikan menjadi wanita yang baik-baik.

Tapi ternyata tidak selamanya seperti itu. Sejarah mencatat ada dua orang wanita yang menjadi istri nabi tapi tidak mencerminkan dakwah yang dibawa suaminya. Bahkan mereka menjadi orang-orang yang menentang, dan masuk neraka bersama orang-orang kafir. Dua wanita itu adalah istri Nabi Nuh as. dan istri Luth as.

Nuh as. adalah nabi yang tercatat dalam sejarah telah mendakwahi kaumnya selama 950 tahun. Lama waktu dakwahnya tidak sebanding dengan jumlah orang yang mengikutinya. Sangat sedikit orang yang mendapatkan hidayah Allah Taala saat itu. Begitu berat perjuangan Nuh as. Namun demikian, orang terdekatnya sendiri, istrinya, tidak mendukung dakwahnya. Dia menentang dengan membantu musuh-musuh dakwah. Setiap kali ada orang yang menyatakan ikut dengan Nabi Nuh as. secara rahasia, istrinya membocorkan rahasia itu kepada para penentang dakwah.

Sementara itu Nabi Luth as. menghabiskan hidupnya untuk mendakwahi kaumnya yang mempunyai penyakit sosial dan seksual. Kaum lelaki mencintai lelaki, dan kaum perempuan mencintai perempuan. Di tengah kecaman sebagai keluarga yang sok suci, dan ancaman diusir dari negeri itu, ternyata istri Nabi Luth as. sendiri tidak mendukungnya. Setiap kali ada tamu datang menemui Nabi Luth as., istrinya selalu memberitahu kepada kaum berpenyakitan itu. Kalau datangnya di malam hari, dia menyalakan api. Kalau datangnya di siang hari, dia membumbungkan asap.

Keduanya pun masuk ke neraka. Allah Taala berfirman dalam Al-Quran, “Allah membuat istri Nuh dan istri Lut perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya); Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka).” [At-Tahrim: 10].

Ayat ini membuktikan bahwa hidayah benar-benar di tangan Allah Taala. Kehendak Allah Taala adalah sesuatu yang tidak dibatasi ketentuan. Allah Maha Berkehendak, tidak ada yang bisa membatasi kehendak-Nya. Ketentuan istri orang shalih harus shalihah tidak bisa membatasi kehendak-Nya. Saat Allah Taala berkehendak mereka berdua tidak mendapatkan hidayah, maka hidayah itu, walaupun sudah sangat dekat, tidak akan pernah masuk ke dalam hatinya.

Kehendak yang tidak terbatas ini juga dibuktikan dengan berimannya istri Firaun. Penguasa dunia yang sangat besar ini pernah mengaku sebagai tuhan. Kekuasaan telah membuatnya membunuhi bayi-bayi yang lahir di kalangan Bani Israil. Dia sangat memusuhi Nabi Musa as. yang diberi misi menyelamatkan Bani Israil dari penindasan. Ternyata ada sebuah hati yang berada di istana penentang dakwah dan penentang Allah Taala yang dimasuki cahaya hidayah. Asiah menyambut hidayah di saat mayoritas rakyat Mesir menentangnya. Itulah kerja kehendak Allah Taala.

‘Surgo nunut neroko katut’ yang kadang masih dipercayai banyak kalangan, terutama kaum wanita, ternyata salah total dengan adanya ayat ini. Keshalihan seorang suami, walaupun dia adalah seorang nabi, tidak akan berarti apa-apa bagi seorang wanita di hadapan Allah Taala jika dia sendiri tidak beriman. Masing-masing mempertanggung jawabkan dirinya sendiri di hadapan Allah Taala kelak. Oleh karena itu, surat At-Tahrim yang menyebutkan kisah istri Nabi Nuh as. dan Nabi Luth as. diawali dengan kisah protes yang dilakukan beberapa orang istri Rasulullah saw. kepada beliau. Walaupun istri nabi, kalau tidak taat kepada Allah Taala dan Rasul-Nya, harus mempertanggung jawabkan hal itu kepada Allah Taala.

Tidak ada nepotisme dalam hal masuk surga. Nabi Ibrahim as. berlepas dari dari kekafiran ayahnya. Nuh as. memohon ampun kepada Allah Taala setelah ingin meminta Allah Taala menyelamatkan anaknya yang kafir. Rasulullah saw. juga berkata kepada para penduduk Mekah yang kebanyakan dari mereka adalah kerabat beliau sendiri, “Hai Bani Abdu Manaf, selamatkan diri kalian dari siksa Allah. Hai Bani Abdul Muthalib, selamatkan diri kalian dari siksa Allah. Hai Ummu Zubair bibi Rasulullah, hai Fathimah putri Rasulullah, selamatkan diri kalian berdua dari siksa Allah. Aku tidak berkuasa menyelamatkan diri kalian berdua.”

Beliau juga bersabda, “Orang yang lambat amalnya, nasab tidak akan bisa mempercapatnya.” Islam telah meninggikan derajat Salman Al-Farisi, Bilal bin Rabah, dan budak-budak lainnya. Di saat yang sama, merendahkan Abu Jahal, Abu Lahab, dan lainnya yang merupakan para pembesar Mekah. Itulah Islam, itulah kemukjizatannya. (sof1/mukjizat.co)

Tinggalkan Komentar Anda