Beginilah Rasulullah Hadapi Kejahilan Kaumnya

0 komentar 302 kali dilihat
kisah nabi muhammad saw, Beginilah Rasulullah Hadapi Kebodohan Kaumnya

mukjizat.co – Rasulullah saw. adalah pembawa petunjuk dari Allah Taala untuk seluruh umat manusia. Walaupun membawa kebaikan dalam berdakwah, tak jarang beliau malah mendapatkan keburukan dari kaum yang dicintainya itu. Tapi beliau tetap bersabar dengan terus memaklumi sikap mereka itu, bahwa mereka melakukannya karena belum mengetahui.

Pernah Rasulullah saw. memberikan perumpamaan apa yang dialaminya itu. “Perumpaanku adalah seperti seseorang yang menyalakan api unggun. Setelah api menyala, banyak serangga (laron) yang berhamburan menghinggapinya. Orang itu menghalau binatang-binatang itu agar tidak masuk ke dalam api. Tapi binatang-binatang itu tidak mau dihalau, dan tetap ingin masuk ke dalam api. Maka akhirnya mereka masuk api. Demikianlah, aku menghalau kalian dari masuk api neraka.” [HR. Bukhari dan Muslim].

Rasulullah saw. ibarat seorang yang ingin menyelamatkan serangga dari masuk ke dalam api.  Serangga itu adalah kaum yang didakwahi agar selamat dari api neraka. Orang itu mengetahui dengan pasti bahwa api itu akan membinasakan serangga yang memasukinya. Sungguh dia merasa kasihan kepada serangga itu kalau sampai binasa. Tapi serangga tidak mengetahui hal tersebut. Serangga menyangka bahwa api adalah sesuatu yang indah, menarik, dan membahagiakan. Kebodohannya inilah yang membuatnya berusaha dan memaksa untuk memasuki api. Bahkan tak jarang, serangga itu akan menggigit orang tersebut, menuduh telah menghalang-halanginya mencapai kenikmatan dan kebahagiaannya.

Sungguh ironis, seorang nabi bermaksud baik kepada orang lain, tapi orang tersebut malah mengumpat, mencaci, menghina, dan menyakiti nabi tersebut. Dalam kondisi ini apakah seorang nabi akan merasa terhina? Tentu tidak. Sama halnya dengan orang yang menghalangi serangga masuk ke dalam api, lalu digigit serangga tersebut, apakah dia harus merasa terhina dan rendah diri? Bukankah serangga itu tetaplah hewan yang bodoh dan tidak tahu kemashlahatannya? Bukankah orang tersebut tetap merasa sebagai seorang manusia, yang jelas mengetahui dengan penuh keyakinan bahwa api adalah panas dan membakar? Bukankah orang itu malah merasa sayang dan kasihan kepada binatang karena kebodohannya?

Dalam sebuah peperangan, hal itu dilakukan juga oleh Rasulullah saw. Ketika itu gigi Rasulullah saw. tanggal, dan keningnya berdarah. Ada seorang sahabat berkata kepada beliau, “Wahai Rasulullah, kutuklah orang-orang kafir tersebut.” Namun beliau berkata, “Sesungguhnya Allah swt. tidak mengutusku untuk mencela dan melaknat. Allah swt. mengutusku sebagai da’i dan pembawa rahmat. Ya Allah, berilah petunjuk kepada kaumku, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang tidak tahu.” [HR. Baihaqi]. Itulah mukjizat kesabaran Rasulullah saw., bagaimana dengan kita para penerusnya? (sof1/mukjizat.co)

Tinggalkan Komentar Anda