Dulu Disenangi, Kini Diantipati

0 komentar 157 kali dilihat
Dulu Disenangi Kini Diantipati, kata lain gemuk, makanan yang menyebabkan gemuk, gemuk jadi kurus, penyebab badan gemuk, perut buncit, cara cepat gemuk dalam 1 minggu, pengen gemuk, obat cepat gemuk, www.mukjizat.co

mukjizat.co – Dulu orang senang berbadan gemuk. Hingga masyarakat pun mempunyai budaya yang lebih menghormati dan mencintai orang yang gemuk. Kalau ada anak kurus, orangtuanya ditanya kenapa anaknya kurus. Kalau lama tidak bertemu, lalu bertemu dengan badan yang gemuk akan diberi ucapan selamat karena hidupnya sudah makmur badan pun subur.

Di Mesir, pernah ada kebiasaan kaum ibu duduk-duduk sesama mereka setelah selesai mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Sambil duduk mereka membuka baju bagian bawah dan saling memperlihatkan kaki mereka. Akan terlihat kaki milik siapa yang terbesar dan milik siapa yang terkecil. Pemilik kaki yang terbesar diberi ucapan selamat karena suaminya orang kaya dan tidak pelit, memberi makan yang banyak sehingga istrinya tumbuh subur seperti itu.

Di sebuah negara di Afrika, seorang gadis dikatakan cantik jika memiliki tubuh yang gemuk subur. Para gadis berlomba memperbesar tubuh mereka agar menjadi idaman kaum laki-laki. Maka ada sebuah adat, beberapa bulan sebelum pernikahan, seorang gadis akan dipingit di dalam rumah. Selama dipingit, dia akan diberi makanan dalam jumlah yang besar dan bisa membuat tubuhnya gemuk. Kalau sudah gemuk, berarti dia sudah siap untuk melangsungkan pernikahan.

Para peneliti kesehatan menyebutkan terlalu banyak makan bisa membuat tidak berfungsinya banyak jaringan dalam tubuh. Sehingga tidak saja menyebabkan obesitas, tapi juga diabetes, jantung, dan lainnya. Satu-satunya cara yang tepat untuk menghindarinya adalah dengan mengonsumsi makanan dan minuman secukupnya, serta tidak berlebihan.

Di saat budaya menganggap baik makan banyak, Rasulullah saw. bersabda, “Wadah yang paling buruk diisi penuh oleh manusia adalah perut.” [HR. Tirmidzi]. Beliau menyebutkan perut sebagai wadah yang pengisianya terserah kepada kita. Bisa kita isi penuh, bisa kita isi secukupnya. Ternyata isi hadits ini adalah aturan terpenting dalam ilmu gizi.

Sangat tepat ketika Rasulullah saw. memilih kata “paling buruk”. Karena ternyata makan dan minum berlebihan menjadi penyebab banyak sekali penyakit. Subhanallah, mungkinkah Rasulullah saw. mempunyai ide menyampaikan nasihat seperti itu di saat orang sedang sangat senang makan banyak, dan makan banyak dipandang sebagai sebuah kebaikan dan kebanggaan? Sepertinya tidak mungkin. Sudah bisa dipastikan bahwa hadits ini adalah wahyu dari Allah Taala. (sof1/mukjizat.co)

Tinggalkan Komentar Anda