Tak Disangka, Ternyata Ini Rahasia Hafalan Orang Arab yang Kuat

1 komentar 1272 kali dilihat
Tak Disangka, Ternyata Ini Rahasia Hafalan Orang Arab yang Kuat, rahasia hafalan al-quran, cara menghafal al-quran. www.mukjizat.co

mukjizat.co – Al-Quran adalah kitab yang Allah turunkan untuk menjadi pedoman hidup umat manusia sepanjang masa. Karakteristik Al-Quran ini meniscayakan keutuhannya sepanjang waktu. Al-Quran harus menjadi hujjah bagi siapapun. Tidak boleh ada orang, bangsa, atau generasi yang tidak beriman kepada Allah Taala dengan alasan tidak mengetahui adanya tuntunan Allah Taala ini.

Karena itulah Allah Taala menjaga Al-Quran dan melindunginya dari kerusakan. “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” [Al-Hijr: 9]. Al-Quran menjadi satu-satunya kitab rabbani, seratus persen berasal dari Allah Taala, dan tidak mengalami perubahan hingga sekarang dan seterusnya.

Menurut para ulama, di antara hikmah Allah Taala dalam memelihara Al-Quran dan hadits adalah bahwa Islam dimulai di negeri Arab. Al-Quran diturunkan kepada Rasulullah Muhammad saw. yang merupakan orang Arab. Orang-orang Arablah yang pertama kali bersinggungan dengan Al-Quran. Merekalah yang pertama kali berjasa menerima, menghafal, dan menyampaikan ayat-ayat Al-Quran kepada seluruh umat manusia. Hal itu karena orang-orang Arab memiliki keistimewaan berupa hafalan yang kuat.

Lalu kenapa orang-orang bisa memiliki kekuatan hafalan yang luar biasa? Ternyata sebab utamanya adalah karena Arab adalah bangsa yang buta huruf. Mereka tidak bisa baca-tulis. Mereka benar-benar mengandalkan kekuatan ingatan mereka untuk menyimpan semua informasi. Penyampaian informasi juga hanya menggunakan media verbal.

Allah Taala berfirman, “Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (As Sunah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” [Al-Jumuah: 2].

Rasulullah saw. juga orang yang buta huruf, sebagai jaminan bahwa semua yang disampaikannya benar-benar wahyu yang berasal dari Allah Taala. Bukan sejarah atau ajaran peninggalan agama lain yang tertulis dalam sebuah buku.

Sebelum datang Islam, bangsa Arab sudah terbiasa menghafal nasab mereka, kebaikan yang dibanggakan pada nenek moyang, sastra, pidato, dan sebagainya. Orang biasa menghafal nasab mereka hingga berpuluh-puluh kakek sebelum mereka.

Seperti nasab Rasulullah saw. yang dikatakan sampai kepada Nabi Ibrahim as. Nabi Ibrahim disebut sebagai kakek ke-61. Nama orang-orang antara Rasulullah saw. hingga Nabi Ibrahim as. masih dihafalkan dan tersimpan. Padahal jarak antara keduanya adalah 2530 tahun.

Sehingga tak heran jika seluruh ayat Al-Quran sampai kepada kita dengan cara periwayat yang derajatnya adalah mutawatir. Sebuah riwayat yang melibatkan jumlah perawi sangat banyak dalam setiap masanya sehingga tidak mungkin terjadi kesalahan dalam periwayatan. Subhanallah. (sof1/mukjizat.co)

Comments (1)

Salam

TerimaKasih atas ilmu yg telah anda bagikan.khususnya buat saya pribadi dan buat anggauta group ini umumnya
Semoga kita bertambah iman dan taqwa pada ALLOH SWT & MUHAMMAD saw

Ámiin

Tinggalkan Komentar Anda