Ayat-ayat Sikap Kita Kepada Yahudi dan Nasrani

0 komentar 384 kali dilihat
al-quran, ahlul kitab, ahok, pemimpin, al-maidah, Ayat-ayat Sikap Kita Kepada Yahudi dan Nasrani, ahok

mukjizat.co – Penistaan terhadap Al-Quran yang dilakukan oleh gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Selasa (27/9/2016) yang lalu, telah memancing kemarahan umat Islam. Kemarahan ini tentunya didorong iman yang kuat kepada Kitab Allah ini.

Mungkin ada kesan di publik tentang sikap keras umat Islam yang menuntut Ahok diadili. Karena peristiwanya terjadi saat suasana panas menjelang pilkada, mungkin juga ada orang yang menuduh umat Islam tidak memberikan hak pemeluk agama lain seperti hak penduduk Indonesia pada umumnya. Umat Islam tidaklah seperti yang mereka tuduhkan. Hal itu tercermin dalam ajaran Al-Quran.

Dalam Al-Quran, orang-orang Yahudi dan Nasrani sering disebut dengan Ahlu Kitab. Karena mereka adalah orang-orang yang pernah berpegang kepada ajaran kitab samawi; Taurat dan Injil.

Banyak ayat Al-Quran yang membicarakan bagaimana umat Islam berinteraksi dengan mereka. Ayat-ayat ini membuktikan bahwa risalah yang dibawa oleh Rasulullah saw. adalah risalah terakhir, melanjutkan dan memperbaiki risalah-risalah sebelumnya yang sudah dirusak oleh para pemeluknya. Sehingga umat Islam mengayomi dan mendakwahi mereka agar kembali kepada jalan yang benar.

Berbuat baik kepada Ahlul Kitab

Allah Taala berfirman:

“Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan adil terhadap orang-orang yang tidak memerangi kamu dalam agama dan tidak mengusir kamu dari kampung-kampungmu sebab Allah senang kepada orang-orang yang adil.” [Al-Mumtahanah: 8]

Orang Ahlul Kitab tidak boleh diperangi hanya karena kekafiran mereka. Boleh diperangi ketika berbuat kezhaliman. Umat Islam diperintahkan berbuat baik kepada mereka yang bersikap damai dan tidak memusuhi. Bahkan Imam Nawawi mengatakan, “Jika seorang Mukmin bersedekah kepada orang fasik atau orang kafir, baik Yahudi, Nasrani, ataupun Majusi, hal itu dibolehkan. Mukmin tadi akan mendapatkan pahala dari Allah Taala.”

Jangan menutup diri, dakwahi mereka

Allah Taala berfirman:

Dan jika seseorang dari orang-orang musyirikin itu meminta jiwar (perlindungan kepadamu), maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah. Kemudian antarkanlah ia ke tempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.” [At-Taubah: 6]

Islam tetap menerima tradisi “jiwar” yang dikenal di masyarakat Arab. Dengan tradisi ini, seorang kafir bisa mendapatkan jaminan keamanan, sehingga di masyarakat Islam. Keberadaan mereka di tengah komunitas Islam akan bisa membuka mata tentang kebenaran agama ini.

Ajak bicara mereka

Allah Taala berfirman:

“Dan jangan kamu mengadakan perdebatan dengan ahli kitab melainkan dengan perdebatan yang kiranya lebih baik, kecuali terhadap orang-orang yang berbuat zalim dari antara mereka, (Namun begitu) katakanlah: kami beriman kepada kitab yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhan kamu adalah Esa, dan kepadaNya kami menyerah.” [Al-Ankabut: 46]

Umat Islam diperintahkan untuk mendakwahi mereka. Berdakwah tentunya dilakukan dengan cara yang santun dan simpatik. Kalau sampai terjadi perdebatan, Al-Quran memerintahkan umat Islam untuk melakukannya dengan cara yang lebih baik. Karena perdebatan sering menimbulkan perasaan-perasaan buruk dalam hati masing-masing yang akan merusak hubungan baik dalam berinteraksi dengan mereka.

Yakinilah mereka juga akan masuk surga kalau beriman

Allah Taala berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang beriman (yaitu orang munaumfik yang beriman zhahirnya, dan kafir batinnya), orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” [Al-Baqarah: 62]

Umat Islam diminta untuk menjaga harapan orang-orang Ahlul Kitab akan mendapatkan hidayah dari Allah Taala. Kalau akhirnya beriman, mereka juga akan masuk surga sama dengan umat Islam. Jadi tidak boleh langsung mencap mereka sebagai penduduk neraka. Mereka masih hidup, dan masih banyak rahasia Allah Taala yang disimpan di masa depan.

Jangan ikuti gaya hidup mereka

Allah Taala berfirman:

Dan tidaklah orang-orang Yahudi dan Nasrani rela denganmu sampai engkau mengikuti millah mereka.” [Al-Baqarah: 120].

Perihal gaya hidup mungkin terlihat sepele, tapi ternyata Rasulullah saw. sangat menekankannya. Beliau bersabda, “Bedakanlah dirimu dari orang-orang yang menyekutukan Allah, panjangkanlah jenggot dan cukurlah kumis.” [Bukhari dan Muslim]. Bahkan beliau memberikan ancaman mengerikan, “Siapa yang meniru suatu kaum maka ia adalah bagian dari mereka.” [Bukhari dan Muslim].

Walaupun beberapa ulama membolehkan dengan beberapa syarat misalnya: bukan tradisi khas mereka, bukan syariat mereka, tidak ada larangan khusus di Islam, tidak berakibat melanggar syariat, tidak bertepatan dengan hari raya mereka, dan hanya dilakukan ketika butuh.

Tidak mengapa makan sembelihan mereka

Allah Taala berfirman:

“Hari ini dihalalkan yang baik-baik buat kamu dan begitu juga makanan orang-orang yang pernah diberi kitab (ahli kitab) adalah halal buat kamu, dan sebaliknya makananmu halal buat mereka.” [Al-Maidah: 5]

Dalam tafsirnya, Imam Ibnu Katsir mengatakan, “Hukum ini sudah menjadi ijma’ para ulama, bahwa sembelihan mereka halal dimakan umat Islam. Karena Ahlul Kitab juga meyakini tidak bolehnya menyembelih untuk selain Allah; mereka hanya menyebut nama Allah ketika menyembelih; walaupun mereka mempunyai keyakinan yang salah tentang Allah Taala.”

Jangan angkat mereka jadi pemimpin

Allah Taal berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.  Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim.” [Al-Maidah: 51 (sof1/mukjizat.co)

Tinggalkan Komentar Anda