Benarkah Wanita Hebat Bertipu Daya? Kenapa Sih Allah Ciptakan Demikian?

0 komentar 292 kali dilihat

mukjizat.co – Banyak orang berkeyakinan dan mengatakan bahwa kaum wanita hebat dalam melakukan tipu daya. Apakah hal ini sebuah tuduhan yang menjelekkan kaum wanita? Kemudian orang berpersepsi bahwa kaum wanita itu jahat dan licik?

Dalam Al-Quran hal ini disebutkan beberapa kali. Misalnya dalam kisah Nabi Yusuf as. di Mesir, “Maka tatkala suami wanita itu melihat baju gamis Yusuf koyak di belakang berkatalah dia: Sesungguhnya (kejadian) itu adalah di antara tipu daya kamu, sesungguhnya tipu daya kamu adalah besar.” [Yusuf: 28].

Nabi Yusuf as. yang tidak mau menjadi korban tipu daya pun berdoa kepada Allah Taala, “Yusuf berkata: “Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku.  Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh.” [Yusuf: 33].

Bahkan ada orang yang membandingkan antara tipu daya wanita seperti di atas dengan tipu daya setan yang disebutkan dalam ayat: “Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan setan itu, karena sesungguhnya tipu daya setan itu adalah lemah.” [An-Nisaa’: 76]. Tipu daya wanita besar; tipu daya setan lemah.

Tipu daya wanita akan menjadi sebuah keburukan hanya jika ada pada beberapa wanita tertentu. Namun kalau hal itu ada pada mayoritas kaum wanita, maka tidak mungkin Allah Taala menciptakan manusia jenis perempuan dengan sebuah keburukan yang menjadi fitrah dirinya. Fitrah yang berbeda dengan laki-laki. Karena penentu baik-buruknya manusia tidak ditentukan dengan jenis kelaminnya.

Kalau kita telusuri apa itu tipu daya dan kenapa kaum wanita hebat dalam melakukannya, kita akan memaklumi keadaan ini. Syaikh Waseem Yousef, dalam program tafsirnya, mengatakan bahwa tipu daya selalu berbarengan dengan kondisi lemah. Semakin lemah seseorang, maka akan semakin kuat tipu dayanya.

Wanita diciptakan Allah Taala dengan kondisi lemah. Kondisi dirinya sangat mudah berubah dengan pengaruh eksternal yang kecil sekalipun. Hal ini bisa dimanfaatkan orang yang tidak menyukainya. Karena itu Allah Taala ciptakan wanita dengan kemampuan melakukan tipu daya untuk mendapatkan hak-haknya atau apa yang diinginkannya.

Sementara laki-laki mempunyai kekuatan untuk mendapatkan hak-haknya, karena itu tidak banyak berbuat tipu daya. Laki-laki juga mempunyai kemampuan berpikir yang logis dan membuat perencanaan dan makar.

Allah Taala ciptakan wanita mempunyai tipu daya untuk menghadapi makar laki-laki. Tipu dayanya besar, seperti disebutkan dalam Al-Quran di atas, agar ditakuti laki-laki. Agar laki-laki berhati-hati dan tidak berlaku seenaknya.

Sangat tepat ketika Rasulullah saw. bersabda, “Maka berhati-hatilah kepada kehidupan dunia, dan berhati-hatilah kepada wanita. Karena kerusakan pertama yang dialami Bani Israil disebabkan masalah wanita.” [HR. Muslim].

Ketika menciptakan wanita, Allah Taala sudah mengetahui bahwa makar laki-laki itu berbahaya. Bahwa disebutkan dalam Al-Quran bagaimana bahaya makar mereka: “Dan sesungguhnya makar mereka itu (amat besar) sehingga gunung-gunung dapat lenyap karenanya.” [Ibrahim: 46].

Jadi hikmah wanita memiliki tipu daya adalah untuk melindungi dirinya. Sehingga laki-laki tidak bisa dengan seenaknya memanfaatkan kelemahan wanita. Laki-laki harus berhati-hati dan tidak berbuat seenaknya. Dengan demikian, tipu daya tidak selalu identik dengan kelicikan tapi mengandung sebuah hikmah untuk perlindungan diri. (sof1/mukjizat.co)

Tinggalkan Komentar Anda