Perang Sperma

0 komentar 283 kali dilihat
Demografi Dunia, Perang Sperma, mukjizat.co

mukjizat.co – Dunia terus berubah. Dunia sekarang berbeda dengan dunia yang dulu. Perubahan terus terjadi sehingga dunia mendatang pun bukan lagi seperti dunia saat ini. Anak-cucu kita akan mendapatkan pengetahuan dunia yang sangat berbeda dengan pengetahuan dunia kita.

Ada sebuah hasil penelitian mengerikan terkait dengan demografi dunia yang saat ini sedang terus mengalami perubahan. Sebuah peradaban membutuhkan minimalnya 2,11% tingkat kelahiran jika ingin tetap bertahan selama 25 tahun. Artinya, setiap peradaban yang tidak mencapai angka minimal ini terancam kepunahan yang pasti.

Sejarah membuktikan bahwa ketika memiliki tingkat kelahiran 1,9%, sebuah peradaban tidak bisa menyebar. Jika tingkat kelahiran itu terus turun hingga 1,3%, maka dalam waktu 80-100 tahun, peradaban itu memulai tren kepunahan.

Hal ini bisa dijelaskan dengan sebuah simulasi. Kalau ada dua buah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan satu orang anak, maka jumlah anak-anak yang akan membangun rumah tangga berkurang menjadi setengah. Lalu jika keluarga baru itu juga hanya melahirkan satu orang anak seperti sebelumnya, maka jumlah cucu akan menjadi seperempat jumlah kakek-nenek mereka. Demikian seterusnya.

Dari segi ekonomi, jika pada tahun 2006 jumlah anak-anak yang dilahirkan hanya 1 juta anak, maka akan sulit didapatkan jumlah 1 juta tenaga kerja pada tahun 2026. Oleh karena itu, berkurangnya tingkat kelahiran juga sangat berimbas kepada mengecilnya ekonomi dan kepunahan peradaban itu sendiri.

Pada tahun 2007, rata-rata tingkat kelahiran di negara-negara Eropa ternyata sangat kecil. Prancis (1,8%), Inggris (1,6%), Yunani (1,3%), Jerman (1,3%), Italia (1,2%), dan Spanyol (1,1%).

Adapun secara keseluruhan, benua Eropa yang terdiri dari 31 negara, tingkat kelahirannya adalah 1,38%. Para ahli kependudukan dan demografi menyatakan mustahil membalikkan tren menurunnya tingkat kelahiran ini dalam waktu dekat. Sehingga hanya dalam waktu beberapa tahun saja, Eropa akan punah.

Ancaman itu ditambah lagi dengan adanya gelombang imigrasi ke Barat. Sejak tahun 1990, sebesar 90% imigran ke Barat adalah umat Islam. Padahal tingkat kelahiran yang dimiliki umat Islam tergolong sangat tinggi, kadang bisa mencapai 8,1%, kebalikan Prancis yang hanya 1,8%.

Prancis bagian selatan yang terkenal dengan banyaknya gereja, saat ini telah memiliki masjid dengan jumlah lebih besar dari gereja.

Di kota-kota besar Prancis seperti Paris, Nice, dan Marseille, jumlah anak-anak Muslim di bawah umur 20 tahun mencapai 30%. Jumlah ini diperkirakan mencapai 45% pada tahun 2027. Dengan kata lain seperlima penduduk Prancis akan beragama Islam. Dan dalam waktu 39 tahun saja, Prancis akan berubah menjadi sebuah negara Islam.

Inggris, selama 30 tahun terakhir mengalami pertambahan dari hanya 82 ribu menjadi 2,5 juta Muslim. Dengan jumlah masjid lebih dari seribu yang mayoritasnya adalah bekas gereja.

Sementara di Belanda, sekitar 50% kelahiran adalah anak-anak Muslim. Dengan demikian, setengah jumlah penduduknya akan beragama Islam pada 15 tahun yang akan datang.

Di Rusia, penduduk Muslim berjumlah 23 juta jiwa, atau seperlima dari keseluruhan jumlah penduduknya. Jumlah penduduk Muslim akan mencapai 40% dari jumlah personil militer Rusia dalam waktu dekat ini.

Di Belgia, penduduk Muslim mencapai 25%, sementara 50% dari angka kelahirannya adalah anak-anak Muslim.

Pemerintah Uni Eropa menyatakan bahwa pada tahun 2025, sepertiga dari angka kelahiran adalah anak-anak Muslim. Itu hanya 11 tahun dari sekarang.

Pemerintah Jerman pernah menyampaikan bahaya ini secara terang-terangan. Secara resmi pemerintah menyebutkan bahwa penurunan drastis dalam angka kelahiran di Jerman tidak mungkin bisa dihentikan. Sehingga mau tidak mau, pada tahun 2050 Jerman akan menjadi sebuah negara Islam.

Pada tahun 2008, jumlah penduduk Muslim Eropa mencapai 52 juta. Menurut pemerintah Jerman, jumlah ini akan berubah menjadi 104 juta jiwa dalam 20 tahun mendatang.

Kondisi ini tentu tidak terlepas dari Islam sebagai agama terakhir. Umat Islam dijamin akan tetap ada dan terus bisa memberikan kontribusi positif kepada umat manusia. Tak heran jika ajaran-ajarannya sesuai dengan status ini.

Umat Islam pun sangat menghormati tuntunan tentang pernikahan. Bahwa berlanjutnya generasi hanya bisa didapatkan melalui lembaga pernikahan yang sah. Zina diyakini sebagai perbuatan dosa besar yang harus jauh-jauh dihindari. Ternyata perbuatan zinalah yang telah membuat Eropa dan dunia Barat saat ini kekurangan manusia.

Ada juga dorongan untuk memilih pasangan yang subur, mempunyai keturunan yang baik dan banyak, bahkan ada hukum bolehnya seorang laki-laki untuk menikahi lebih dari seorang wanita hingga empat. Semua itu dan banyak lainnya ternyata terungkap sebagai sebuah mukjizat di zaman modern saat ini. Umat Islam akan terus berlanjut, sedangkan umat lain sedang dalam ketakutan akan kepunahan. Ternyata tidak perlu ada perang bersenjata agar umat Islam menjadi yang terbesar, cukup dengan perang sperma. (sof1/mukjizat.co)

Tinggalkan Komentar Anda