Umat Islam Masih Sering Ditipu dengan Kedok Gelar Wali

0 komentar 142 kali dilihat
Menipu dengan kedok wali, dimas kanjeng

mukjizat.co – Beberapa pekan ini masyarakat sedang disuguhi dengan pemberitaan tentang adanya orang yang diyakini bisa menggandakan uang di daerah Probolinggo, Jawa Timur. Banyak masyarakat awam yang menjadi korbannya. Karena proses penggandaan diduga kuat bermotif penipuan.

Setelah percaya dengan kemampuan Taat menggandakan uang, maka para korban menyetorkan sejumlah uang yang mereka sebut sebagai mahar. Angka yang disetorkan bervariasi, dari sekadar jutaan rupiah hingga ada yang setor sebanyak 200 miliar rupiah.

Baru setelah ada kasus terbunuhnya dua orang, kepolisian akhirnya menangkap Taat. Hampir semua tokoh agama menyatakan bahwa kegiatan ini sesat. Namun seorang cendikiawan Muslimah, yaitu Dr Marwah Daud, meyakini kemampuan Taat dalam menggandakan uang, bahkan menyebutnya mempunyai karomah atau seorang wali Allah.

Yang membuat banyak orang masih tidak percaya dengan sikap intelektual itu adalah kenyataan bahwa penggandaan uang adalah tindakan Ilegal dan tidak boleh dilakukan kecuali oleh lembaga yang berwenang. Kalau dilakukan oleh sembarang pihak tanpa regulasi, sangat mungkin terjadi inflasi dan membahayakan ekonomi negara.

Sedangkan dalam pandangan sosial, kalau semua orang bisa menggandakan uang tanpa bekerja, maka lumpuhlah dunia kerja, orang tidak ada yang mau kerja karena sudah banyak uang. Ujungnya, pembangunan Indonesia pun akan lumpuh.

Dalam Islam memang ada istilah yang mirip dengan penggandaan uang, yaitu rezeki yang tidak disangka-sangka. Kalau rezeki yang dimaksud adalah rezeki berupa uang dan materi, hal itu pun hanya Allah Taala berikan kepada orang-orang terbaik pilihan-Nya. Allah berfirman, “Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” [Ath-Thalaq: 2-3].

Pun demikian, banyak ulama menjelaskan bahwa rezeki yang dimaksud dalam ayat itu adalah kesabaran dan kekuatan dalam menghadapi masalah yang besar. Seseorang yang bertakwa kepada Allah Taala akan diberi kekuatan besar dalam menghadapi masalah.

Memperbanyak uang tanpa usaha yang halal adalah sifat para pemalas. Karenanya judi dalam Islam di sebut maysir ia terambil dari kata “al-yusr”  (kemudahan) karena penjudi ingin meraih harta dengan cara yang mudah.

Rasulullah saw. bersabda, “Siapa yang tidur malam dalam keadaan letih setelah bekerja, maka Allah Taala mengempuni dosa-dosanya.” [HR. Tabrani].

Apa yang terjadi pada Taat bukanlah mukjizat karena mukijizat hanya milik para nabi. Bukan pula sebuah karamah karena karamah hanya Allah Taala berikan kepada hamba-hamba yang menjadi walinya. Sedangkan wali Allah adalah orang yang sangat nampak keimanan dan ketakwaannya. Keshalihannya tidak menjadi perdebatan publik.

Allah Taala berfirman, “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.” [Yunus: 62-63].

Orang yang beriman dan bertakwa adalah orang yang sangat taat dengan syariat Islam. Sedangkan syariat Islam adalah hal yang sangat jelas, bisa diketahui oleh setiap muslim, karena didasarkan kepada dalil-dalil Al-Quran dan hadits.

Sedangkan karamah yang diberikan Allah Taala kepada seorang wali-Nya adalah hal yang bisa membantu perjuangannya dalam menegakkan agama Allah Taala. Bukan hal materi keduniaan seperti menggandakan uang yang juga merupakan tindakan melawan aturan negara. Karamah paling penting yang diberikan kepada seorang wali adalah istiqamah dalam melaksanakan ajaran Islam, seperti kata banyak ulama. (sof1/mukjizat.co)

Tinggalkan Komentar Anda