Satu Nama Ini Saja Bisa Buktikan Kebenaran Al-Quran

0 komentar 466 kali dilihat
Menguak Kebenaran Al-Quran

mukjizat.co – Dalam Al-Quran disebutkan nama seorang pejabat yang dekat dengan Firaun bernama Haman. Nama ini disebutkan beberapa kali dalam Al-Quran, misalnya dalam surat Al-Qashash: 6 dan 8, Al-Ankabut: 39, dan Ghafir: 24.

Dalam Surat: 6, Allah Taala berfirman, “dan akan Kami teguhkan kedudukan mereka (orang-orang yang beriman) di muka bumi dan akan Kami perlihatkan kepada Firaun dan Haman beserta tentaranya apa yang selalu mereka khawatirkan dari mereka itu.”

Saat menceritakan kisah Nabi Musa as., Kitab Perjanjian Lama tidak menyebutkan nama tokoh istana Firaun ini. Karena itulah, kelompok orientalis menjadikannya sebagai bukti kesalahan sejarah dalam Al-Quran.

Mereka juga beralasan bahwa tidak ada satupun sejarawan Mesir Kuno yang menyebutkan nama Haman dalam karya-karya mereka. Kalaupun ada, Haman adalah nama seorang menteri di Babilonia, bukan Mesir, yang hidup 2000-an tahun setelah wafatnya Nabi Musa as.

Ternyata ada seorang orientalis asal Prancis bernama Maurice Bucaille yang terusik dengan masalah ini. Orientalis yang kemudian memutuskan untuk masuk Islam ini, mentransliterasi nama Haman ke dalam huruf Hieroglif, bahasa yang digunakan dalam peradaban Mesir Kuno. Lebih lanjut Bucaille menceritakan:

“Aku bawa tulisan Haman dengan huruf Hieroglif ke salah seorang ilmuwan spesialis sejarah Mesir Kuno. Tidak kukatakan kepadanya bahwa nama itu disebutkan dalam Al-Quran. Hanya kusebutkan bahwa nama itu ada dalam sebuah peninggalan Arab abad ke-7. Spesialis itu berkomentar, ‘Tidak mungkin ada peninggalan Arab abad itu yang menyebutkan nama tersebut karena huruf Hieroglif belum dipecahkan saat itu.’”

Bucaille melanjutkan ceritanya, “Lalu spesialis Mesir Kuno itu menyarankanku untuk mencari nama itu di sebuah buku berjudul (Kamus Nama-nama Tokoh dalam Imperium Baru). Ternyata nama Haman kutemukan di kamus tersebut dalam bahasa Hieroglif dan Jerman. Diterangkan bahwa pemilik nama itu adalah seorang penanggung jawab proyek-proyek bangunan raksasa.”

Bucaille mengakhiri ceritanya, “Aku fotocopy lembaran kamus tersebut untuk aku tunjukkan kepada spesialis Mesir Kuno yang menyarankanku. Saat itu, aku juga bukakan sebuah edisi terjemah Al-Quran berbahasa Jerman yang menyebutkan nama Haman. Spesialis itu terpana dan tidak bisa berkata apa-apa.”

Demikianlah kemukjizatan sejarah yang ditunjukkan Al-Quran. Buku-buku sejarah, termasuk Kitab Perjanjian Lama dan Baru, tidak menyebutkan nama Haman. Sehingga para orientalis menjadikannya bukti kesalahan Al-Quran.

Ternyata nama Haman yang disebutkan secara lugas dalam Al-Quran telah ada dalam peninggalan sejarah Mesir Kuno yang hanya tertulis dengan huruf Hieroglif. Padahal huruf Hieroglif, yang telah ribuan tahun punah, baru dipecahkan pada tahun 1822 setelah ditemukannya prasasti “The Rosetta Stone”.

Seorang Prancis bernama Jean-François Champollion bisa memecahkan huruf-huruf Hieroglif karena prasasti itu ditulis dalam tiga bahasa (Hieroglif, Yunani, dan Demotic). Setelah pemecahan huruf inilah, tulisan-tulisan yang ditemukan di dinding-dinding dan kertas-kertas peninggalan Mesir Kuno bisa dibaca dan dipahami.

Keterangan dalam kamus tentang Haman juga persis seperti yang diceritakan dalam Al-Quran. Al-Quran menceritakan bahwa Firaun pernah memerintahkan Haman untuk mendirikan sebuah bangunan yang tinggi. Allah Taala berfirman, “Dan berkatalah Firaun: “Hai Haman, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi supaya aku sampai ke pintu-pintu.” [Ghafir/Al-Mukmin: 36]

Bagaimana mungkin Al-Quran yang disampaikan oleh Muhammad saw. pada abad ke-7 bisa menyebutkan nama tersebut? Hal itu tidak mungkin terjadi kalau bukan karena Al-Quran adalah wahyu dari Allah Taala. (sof1/mukjizat)

Tinggalkan Komentar Anda