Mukjizat Al-Quran di Era Digital

0 komentar 197 kali dilihat
Mukjizat Al-Quran di Era Digital

mukjizat.co – Al-Quran adalah kitab untuk seluruh manusia, maka segala pembahasan yang memudahkan beriman kepada kitab ini juga penting bagi seluruh manusia. Al-Quran juga kitab untuk setiap zaman, maka setiap temuan baru yang bisa mengungkap keagungannya juga penting untuk kita perhatikan.

Unta diberikan kepada Nabi Shalih as., tongkat diberikan kepada Nabi Musa as. Keduanya hanyalah alat untuk membuktikan kebenaran bahwa mereka diutus oleh Allah Taala. Sangat mungkin hal yang menguatkan keyakinan kita saat ini bahwa Al-Quran adalah kitab dari Allah Taala akan berbeda dengan hal-hal lama itu.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Al-Quran ini telah diturunkan dengan tujuh (7) sisi, bentuk.” Apakah penyebutan angka di sini membawa sebuah isyarat bahwa di era digital ini, Al-Quran juga menampakkan keluarbiasaannya?

Mukjizat adalah sesuatu yang luar biasa, tidak bisa dilakukan oleh manusia. Dulu, saat Al-Quran diturunkan, bangsa Arab sangat hebat dalam sastra. Al-Quran dengan bahasa yang mempunyai nilai sastra sangat tinggi, tidak bisa ditandingi bangsa terhebat dalam sastra. Hasilnya, bangsa itu mengimani keagungan Al-Quran, apalagi ketika orang yang menyampaikannya adalah buta huruf dan tak pernah belajar sastra.

Saat ini kiranya kemukjizatan digital akan lebih membuat orang takjub dengan keagungan Al-Quran. Karena kemajuan ilmu pengetahuan dalam bidang digital sedang sangat pesat. Digitalisasi dipandang sebagai sebuah kemajuan bidang-bidang pengetahuan.

Sepertinya tidak berlebihan mengatakan hal tersebut karena mukjizat para nabi selalu disesuaikan dengan sisi kemajuan kaumnya saat itu. Nabi Musa as. saat kemajuan ilmu sihir; Nabi Isa as. saat kemajuan ilmu kedokteran; dan Nabi Muhammad saw. saat kemajuan ilmu sastra. Untuk saat ini, bahasa angka bisa dikatakan lebih maju daripada bahasa sastra.

Mungkin banyak orang zaman sekarang yang tidak mau percaya kepada semua yang ghaib. Bahasa argumentasi tidak mampu meyakinkan mereka. Tapi kasih sayang Allah Taala telah menghadirkan sebuah ilmu baru, yaitu digital. Inilah karakteristik Al-Quran yang merupakan wahyu Allah Taala hingga Hari Akhirat, Allah siapkan segalanya untuk menjadi kitab manusia zaman seperti sekarang ini.

Kata dan huruf dalam Al-Quran mempunyai sistem yang sangat teratur, kuat, dan tidak mungkin berubah. Tidak mungkin kitab yang teratur seperti ini berasal dari manusia, bukan dari Allah Taala. Hitung-hitung angka seperti ini hanya bisa dilakukan di zaman ini yang merupakan zaman kemajuan digital. Subhanallah. (sof1/mukjizat.co)

Tinggalkan Komentar Anda