Kenapa Istri yang Tidak Taat Pada Suami Boleh Dipukul?

0 komentar 360 kali dilihat

mukjizat.co – Banyak orang merasa bingung ketika mendapati Allah Taala memerintahkan para suami untuk memukul istrinya dalam kondisi tertentu. Bagi orang yang membenci Islam, hal ini dijadikan sebagai kartu untuk menjelek-jelekkan Islam. Sedangkan orang yang terlalu mengandalkan otaknya, mungkin akan berkesimpulan bahwa hal itu adalah sisa-sisa budaya keras dan kejam di negeri Arab kuno. Anda termasuk yang merasa bingung, tunggu dulu.

Di Rusia, ada sebuah cara terapi aneh yang dilakukan terhadap para pencandu alkohol dan narkoba. Terapi itu adalah dengan melakukan pukulan atau cambukan pada tubuh pencandu. Pencandu alkohol dipukul 40 kali, dan pencandu narkoba dipukul 60 kali.

Menurut para ahli di Rusia, pukulan dan cambukan itu bukanlah hukuman. Secara ilmiah pukulan dan cambukan pada tubuh mereka akan merangsang produksi sebuah hormon yang akan membantu mereka terbebas dari kecanduan. Para ahli itu juga mengakui bahwa dalam Islam juga terdapat hukuman cambuk bagi peminum minuman khamar, bahkan hal itu sudah dilakukan sejak belasan abad yang lalu.

Dalam Islam, ada masalah lain yang penanganannya adalah dengan pukulan. Misalnya adalah seorang istri yang nusyuz (tidak taat kepada suaminya). “Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya.” (An-Nisaa: 34)

Para istri yang dimaksud bukan sekadar istri yang menolak ajakan dan perintah suami. Tapi istri yang demikian dan sudah diterapi dengan nasihat dan diabaikan di tempat tidur tapi masih tidak taat pada suaminya. Wanita itu sudah tercandui sifat buruk tidak taat pada suami. Maka penanganannya adalah dengan dipukul oleh suami. Pukulan yang dimaksud bukanlah pukulan keras yang menyakiti dan melukai. Tapi pukulan ringan yang memberi pelajaran.

Hal yang sama dilakukan pada anak kecil yang gemar meninggalkan shalat. Dalam sebuah hadits, Rasulullah saw. memerintahkan orang tua untuk memerintahkan anaknya melaksanakan shalat ketika berumur 7 tahun, dan memukulnya bila pada umur 10 tahun masih meninggalkan shalat. (sof1/mukjizat.co)

Tinggalkan Komentar Anda