Jangan Korbankan Kebahagiaanmu Demi Pornografi

0 komentar 245 kali dilihat
Jangan Korbankan Kebahagiaanmu Demi Pornografi

mukjizat.co – Kebiasaan menyaksikan materi pornografi menimbulkan efek negatif pada kesehatan seksual, potensi terkena impotensi, dan kerusakan hubungan keluarga, seperti yang akan kita sebutkan berikut ini.

Menyaksikan tontonan pornografi sama saja mengonsumsi racun yang membahayakan. Bukan hanya berbahaya untuk penontonnya, tapi juga isteri, dan seluruh anggota keluarganya. Tingkat bahayanya bertambah sesuai dengan jenis tontonan dan sering-tidaknya menonton.

Bahaya ini meliputi bahaya terhadap persepsi dan sikap hidup. Dalam hal persepsi, misalnya tontonan pornografi lambat-laun merubah persepsi penonton tentang seks, bahwa seks hanyalah sekadar sarana mendapatkan kenikmatan yang tidak lagi memerlukan adanya lembaga pernikahan untuk melegalkannya.

Orang yang demikian akan meletakkan wanita hanya sebagai materi penghibur saja. Dirinya akan mempunyai persepsi permisif sehingga bebas melakukan hubungan seksual dengan sembarang orang, anak-anak, bahkan binatang. Semua persepsi salah ini akan dengan mudah masuk ke otak penonton, karena penonton menerimanya di bawah pengaruh rangsangan seksual sehingga tidak bisa melawannya.

Lambat-laun, persepsi salah ini akan menjadi sesuatu yang sah dalam diri penonton. Perbuatan yang salah besar ini akan berubah menjadi suatu hal yang biasa-biasa saja. Menjadi hal yang private dan harus dihormati. Bahkan semua orang hendaknya merasakannya juga, kalau tidak mau dianggap sebagai orang yang tidak normal. Selanjutnya, seks bebas dan pemerkosaan akan menjadi fenomena yang meluas.

Melihat dan menyaksikan materi pornografi bagaikan mengkonsumsi zat adiktif yang membuat orang kecanduan. Pengkonsumsi akan kecanduan untuk selalu mengkonsumsinya, bahkan terus berusaha untuk mencari yang lebih panas dan keras. Karena penelitian menghasilkan bahwa reaksi yang terjadi di otak saat menyaksikan materi pornografi sama dengan yang terjadi pengguna kokain.

Data statistik menyatakan bahwa 40% pecandu pornografi kehilangan isteri-isteri mereka, 50% mengalami krisis keuangan, dan 27-40% kehilangan pekerjaan mereka. Adapun para pecandu yang tidak cerai dengan isterinya akan kecanduan seks di luar bingkai keluarga mereka. Mereka menjadi pecandu seks bebas, yang pada akhirnya akan menyebabkan tersebarnya berbagai penyakit kelamin, selain hancurnya kehidupan rumah tangga mereka.

Bila kebiasaan ini sudah menjadi sebuah kecanduan, akan bisa menyebabkan berbagai kekurangan seksual, seperti lemah syahwat, ejakulasi dini, dan impotensi. Sehingga kehidupan rumah tangganya tidak lagi normal seperti sebelumnya.

Tidak ada satu pun penelitian yang menyatakan bahwa menyaksikan materi pornografi itu ada manfaatnya. Semua penelitian yang ada menyebutkan hal sebaliknya.

Dalam sebuah majalah khusus alat reproduksi disebutkan bahwa kemampuan untuk tegang pada alat kelamin berkurang secara sangat drastis pada hari ketiga setelah mengkonsumsi materi pornografi tersebut. Ini terjadi pada orang yang sehat secara jasmani. Sedangkan pada orang yang sudah kecanduan mengkonsumsinya, keadaannya lebih parah lagi, tergandung tingkat intensitas konsumsinya.

Semua poin di atas meniscayakan bahwa jika kecanduan berlangsung terus-menerus, pada akhirnya akan menyebabkan impotensi.

Al-Quran melarang kita berada dekat dengan perbuatan zina. Allah Taala berfirman, “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” [Al-Israa: 32]

Rasulullah saw. menyatakan bahwa tidak menjaga mata termasuk perbuatan mendekati zina. Beliau bersabda, “Setiap manusia sudah ditentukan bagiannya dari berzina. Hal itu pasti akan dirasakannya. Zina kedua mata adalah dengan memandang. Zina kedua telinga adalah dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berucap. Zina tangan adalah dengan memukul. Zina kedua kaki adalah dengan melangkah. Hati itu bisa suka dan berkeinginan, sedangkan kemaluan bisa melaksanakan hal itu atau pun tidak melaksanakannya.” (HR. Bukhari dan Muslim). (sof1/mukjizat.co)

Tinggalkan Komentar Anda