Adakah Orang Bisa Tawadhu’ Seperti Rasulullah?

0 komentar 250 kali dilihat
Adakah Orang Bisa Tawadhu’ Seperti Rasulullah?

mukjizat.co – Kesempurnaan benar-benar terwujud dalam akhlak Rasulullah saw. Karena akhlak adalah salah satu bukti kenabian yang telah membuat banyak sekali orang menerima dakwahnya. Akhlak beliau adalah mukjizat. Bahkan orang yang masuk Islam setelah melihat akhlak beliau jauh lebih banyak dari orang yang masuk Islam setelah melihat mukjizat-mukjizat kasat mata seperti membelah bulan.

Di antara kesempurnaan akhlak beliau adalah akhlah tawadhu, atau rendah hati. Tidak ada kesombongan dalam hati apalagi dalam perbuatan beliau. Sehingga tidak mengherankan jika semua orang merasa nyaman berdekat-dekatan dengan beliau. Berikut kesempurnaan akhlak tawadhu Rasulullah saw. yang tidak mungkin dimiliki oleh orang lain.

Tawadhu’ wajah: jika bertemu seseorang, Rasulullah saw. tidak memalingkan wajah sebelum kita orang itu memalingkan wajahnya dulu.

Tawadhu’ berjabat tangan: jika berjabat tangan, Rasulullah saw. tidak melepas tangannya hingga orang itu melepaskan tangannya.

Tawadhu’ salam: Rasulullah saw. memberikan salam dengan seluruh badannya. Tidak hanya dengan ucapan lisannya saja.

Tawadhu’ majelis: kalau masuk majelis, Rasulullah saw. di mana saja ada tempat kosong

Tawadhu senyuman: Rasulullah saw. berjabat dengan senyuman dulu sebelum berjabat dengan tangan beliau. Karena senyuman yang indah menunjukkan perasaan hati yang baik.

Tawadhu pertemuan: ada seseorang datang kepada Rasulullah saw. dengan wajah berkeringan dan tangan bergemetar. Melihat hal itu, beliau berkata, “Janganlah takut kepadaku. Aku hanyalah seorang laki-laki yang dilahirkan perempuan yang makanannya seperti makanan kalian.

Tawadhu berkendara: Rasulullah saw. lebih memilih keledai dalam banyak perjalanannya. Padahal beliau memiliki kuda dan unta.

Tawadhu berandil: Rasulullah saw. ikut menggali parit. Ketika ada yang melarang, beliau menjawab, “Aku tahu kalian akan melarangku, tapi Allah membenci orang yang ingin diistimewakan.” Dalam sebuah perjalanan, beliau juga turut mencari kayu bakar.

Tawadhu berpakaian: pakaian Rasulullah saw. baik dan bersih, tapi bukan untuk sombong.

Tawadhu umur: Rasulullah saw. sering memboncengkan anak kecil, dan membimbing mereka turun dengan tangannya.

Tawadhu jabatan: Rasulullah saw. bersujud ketika penaklukan kota Mekah.

Tawadhu mendengar: Rasulullah saw. bersabda, “Janganlah kalian memujiku seperti orang-orang Nasrani memuji Isa as. Panggillah aku sebagai “hamba Allah dan Utusan-Nya”

Tawadhu’ kekuatan: Rasulullah saw. menjenguk orang sakit, makan di atas tanah, menerima undangan makan dari hamba sahaya, dan mengusap kepada anak-anak.

Berapa macam tawadhu yang sudah ada pada diri kita? (sof1/mukjizat.co)

Tinggalkan Komentar Anda