Bagaimana Menghadapi Yahudi?

0 komentar 294 kali dilihat
Bagaimana Menghadapi Yahudi, www.mukjizat.co

mukjizat.co – Al-Qur’an menceritakan kisah Yahudi dengan sangat detail dan panjang, yaitu ketika bercerita tentang mereka bersama Nabi Ya’qub, Yusuf, Musa, Harun, Daud, Sulaiman, Zakaria, Yahya, dan Isa. Sehingga kisah mereka demikian panjang dan detail. Berbeda dengan kisah-kisah kaum yang lain.

Ketika masa Nabi Muhammad saw., beliau mulai berhadapan dengan mereka setelah hijrah ke Madinah. Saat itu ada beberapa suku Yahudi yang tinggal di sekitar Madinah, yaitu Bani Qainuqa’, Bani Nadhir, dan Khaibar. Hal tersebut juga diceritakan dalam Al-Qur’an.

Dalam Al-Qur’an juga terdapat surat yang dinamakan dengan nama mereka, surat Bani Israil (nama lain surat Al-Israa’). Ada juga surat yang dinamakan dengan salah satu kisah mereka, surat Al-Baqarah (kisah mereka diperintahkan untuk menyembelih sapi).

Seluruh kisah tersebut tersebar dalam surat-surat Al-Qur’an. Di samping ada surat-surat tertentu yang membahas mereka. Sehingga seorang muslim yang membaca Al-Qur’an satu juz, atau setengah juz, atau seperempat juz, setiap hari, dia pasti akan bertemu dengan salah satu kisah mereka. Ini mengisyaratkan bahwa setiap muslim harus mempelajari detail Yahudi secara intensif. Bahkan setiap hari, seperti disiratkan dengan wirid harian Al-Qur’an di atas.

Kisah mereka yang tertulis dari awal hingga akhir Al-Qur’an mengisyaratkan bahwa permusuhan antara umat Islam dan Yahudi akan berlangsung hingga hari kiamat. Bahkan Rasulullah saw. menyebutkan bahwa berhentinya permusuhan tersebut dengan kemenangan umat Islam menandakan segera datangnya hari Kiamat. Rasulullah saw. bersabda, “Kiamat tidak akan datang sebelum kalian memerangi Yahudi. Hingga bebatuan pun akan berkata, ‘Wahai Muslim, di belakangku ada seorang Yahudi, kemarilah, bunuh dia.’” [HR. Bukhari].

Jadi, bisakah kita mengharapkan perdamaian dengan mereka?

Ada sebagian kalangan yang mengatakan bahwa orang-orang Yahudi jaman sekarang berbeda dengan mereka yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Orang-orang Yahudi menyadari bahwa diri mereka telah habis ditelanjangi dalam Al-Qur’an, sehingga mereka pun menyebarkan persepsi ini.

Kalau Yahudi zaman Rasulullah saw. sama dengan Yahudi zaman Nabi Musa as. yang berselisih waktu puluhan abad, maka Yahudi zaman sekarang pun akan tetap sama. Dalam sejarah modern pun, diketahui bahwa sifat-sifat mereka sangat dibenci oleh negara-negara tempat mereka berada, sehingga mereka pun misalnya dibantai dan diusir dari Eropa.

Walaupun mereka membenci seluruh bangsa yang berlainan ras, ada kebencian khusus mereka kepada umat Islam. Hal itu disebabkan sifat kedengkian mereka bahwa nabi terakhir yang mereka tunggu-tunggu ternyata tidak berasal dari garis keturunan mereka, Nabi Yakqub as., tapi berasal dari saudaranya yang berlainan ibu, Nabi Ismail as.

Kedengkian ini tidak akan pernah sembuh karena semakin besar umat Islam, akan semakin dengki mereka kepada umat Islam. Sehingga wajarlah kalau ada sumber sirah nabawiyah yang menyebutkan bahwa Yahudi yang beriman kepada Rasulullah saw. hanya berjumlah 15 orang. Berbeda dengan orang-orang musyrikin yang berjumlah ratusan ribu.

Jadi ikutilah bagaimana perhatian Al-Quran; belajar Yahudi setiap hari. (sof1/mukjizat.co)

Tinggalkan Komentar Anda